Wisata religi
- Makam tapi banyak monyetnya terus jadi tempat wisata. Area makam kurang teranh dan terasa lembab. Kayanya kurang dapet perhatian dari pemda.- Penjual kacang terkesan memaksa dan ngikutin pengunjung terus- Sampah bekas kacang untuk monyet atau lainnya berserakan.- Bayar parkirnya agak ga jelas. Semacam double gitu. Kemarin bayar 10rb 2x. Entah itu parkir doang atau parkir & tiket masuk.- Lokasinya lumayan kedalam.
Makam Syekh Mas Masaad bin Hawa. Ia adalah seorang panglima pasukan Kesultanan Banten yang ditugaskan untuk menyebarkan agama dan memperluas wilayah di daerah yang sekarang dikenal bernama Tigaraksa.Di cikal bakal Tigaraksa itu Mas Masaad harus bertempur melawan Pangeran Jaya Perkasa atau Mas Laeng, patih Kerajaan Pajajaran yang dibantu oleh Ki Seteng. Namun pertempuran berlangsung kseimbang sehingga ketiganya sepakat untuk berdamai. Kesepakatan ketiga tokoh itulah yang memberi nama Tigaraksa pada wilayah itu, yaitu tiga yang memelihara (perdamaian).Di lokasi ini terdapat Ribuan ekor Kera yang sudah terbiasa hidup berdampingan dengan masyarakat sekitar dan Keberadaanya masih menjadi misterius serta menjadi keunukan tersendiri.
Setelah kena banjir jadi berantakan semua
Tempatnya asik banget untuk mengamati primata George alias monyet 😁👍Dan tempat ini merupakan bagian dari rangkaian tur solo backpacker saya di sekitar Tangerang, setelah dari sini kita bisa lanjutkan ke tebing Koja dan telaga biru.
Monyet nya cukup jinak. Mitos nya jika banyak monyet yang mau di beri makan pengunjung ,maka itu adalah rezeki bagi pengunjung. Namun harus banyak sabar menghadapi penjual kacang dan lain-lain yang terkesan memaksa dan membuntuti pengunjung.
Tidak perlu jauh-jauh ke Sangeh di Bali untuk menjumpai monyet-monyet yang bebas di habitat mereka. Berlokasi di makam yang dekat dengan perkampungan penduduk, monyet-monyet di sini relatif lebih jinak daripada di Sangeh, Bali. Penduduk setempat menjual kacang kulit yang sangat disukai para monyet. Hati-hati dengan monyet besar yang rakus karena mereka suka merebut kacang dari monyet yang lebih kecil, bahkan kantong kacang dari tangan anda.Fasilitas di sini sangat minim, termasuk toilet dan musholla yang kondisi nya tak layak.
Tiket masuk tidak termasuk parkir
Jika datang pagi pagi dan kebetulan jadi yang pertama datang, kalian akan di sambut monyet kelaparan. Kalian bisa membawa pisang dari rumah, lalu membagikan satu persatu ke monyetnya, jangan takut kalau di teriakin monyetnya. Sabarkan hati dengan penjual yang akan memaksa kalian untuk membeli kacang dari mereka dengan harga mahal.
Dsni msuk byr brp y? Dn katanya bsa ziarah nah makam spa itu klu blh sya tau?
Sebenernya makam, tapi banyak monyet-monyet🐒 yang berkeliaran, akhirnya jadi tempat wisata, tapi keren lah, mantull
Tempat ziarah sekaligus hiburan buat anak2 karena banyak monyet dan kambing, sayangnya kurang terawat, sampah berserakan 😩
Pemakaman yg menjadi tempat ziarah bagi sebagian orang yg ingin berziarah di solear..tapi banyak juga para pengunjung hanya ingin sekedar berwisata dan ingin melihat monyet-monyet di sini..
Wisata Ziarah
Religius adem
Tempat wisata dan berziarah
Tempat wisata religi
Kerenn